Jumat, 20 Juli 2012

This Song Always Remember Me about Her


The Red Jumpsuit Apparatus

YOUR GUARDIAN ANGEL

When i see your smile
Tears run down my face
I can’t replace
And now that I’m strong
I have figured out

How this world turns cold
And it breaks to my soul
And I know I find
Deep in side me
I can be the one

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if, saving you, send me to heaven

It’s okay It’s okay It’s okay

Season are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us

Days grow longer
And nights grow shoter
I can show I’ll be the one

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if, saving you, send me to heaven

Cuz you’re my, you’re my, my,
My true love, my whole heart,
Please don’t throw that away

Cuz I’m here for you
Please don’t walk away and
Please tell me you stay

Use me us you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I’ll be okay
Through my skies are truning gray

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if, saving you, sendme to heaven.


Meaning the song :

The song tell me about people with someone for love. Including boy friend, girl friend, mother, father, family, or best friend. The song teach me about obstinacy and feel love dear. In this song people still hold out although that someone don’t give the respone. In this song people hope the someone still with people and if someone will gone, the some one tell people where did the someone stay now.

My opinion about this song and why I chose this song :

I chose this song because this song very match about my experience. If I listen or sing this song, I remember my best friend, she pass away while she 12 year old. She pass away because cancer. In this moment I am so sad. I don’t  ready to be lost her. But, I’m strong now. I know behind meet someone, we must ready to be lost. This song always remember me about her, all about her. I hope, a moment ago, I meet someone like her again.

Dialog Bahasa Jerman untuk Memesan Makanan di Restoran


Frau Sharifa geht mit ihrem Kollegen zum Essen in ein Restaurant

Frau Sharifa                : Fraulein, wir möchten bestellen!
Kellnerin                     : Bitte, was bekommen Sie?

Die Gäste bestellen das Essen

Kollege                        : Ich möchte gern Brathänchen mit Kartoffeln
Frau Sharifa                : Ich nehme Brathänchen mit reis und gemüse
Kellnerin                     : Möhte Sie zuerst einen Salatteller?
Kollege                        : Nein, danke!
Kellnerin                     : und was möchten Sie trinken?

Die Gäste bestellen milch und orangensaft

Kollege                        : Eine Milch
Frau Sharifa                : Ich möchte gern Orangensaft.
Kellnerin                     : Das Brathänchen mit Kartoffeln, Brathänchen mit reis und
  gemüse, einen Milch und Orangensaft. Möchten Sie noch
  etwas?
Kollege & Frau           : Nein, danke!

Die Kellnerin  bringt die Getränke in Wenige minuten später kommt Essen

Kellnerin                     : Gutten Appetit, das!
Kollege & Frau           : gut, danke!

Die Gäste ruft die Kellnerin zu bezahlen

Frau Sharifa                : Fraulein, Bezahlen bitte!
Kellnerin                     : Zusammen order getrennt?
Frau Sharifa                : Zusammen, bitte.
Kellnerin                     : Das macht Rp. 35.000
Frau Sharifa                : Rp. 40.000, bitte
Kellnerin                     : Danke schon!

Nach dem Essen fahren die Gäste nach Haus

Rabu, 18 Juli 2012

Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Sepatu

Kita seringkali mempunyai masalah bau tidak sedap pada sepatu kita, padahal kita seringkali mencuci sepatu kita. Masalah itu tidak selamanya terjadi karena kita tidak rajin mencuci sepatu. masalah itu juga bisa terjadi karena kita mudah mengeluarkan keringat, atau sirkulasi udara dalam sepatu tidak sempurna. untuk mengatasi masalah ini, saya mempunyai tips unik. Tips ini mudah untuk dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak. 

Mengapa saya menulis artikel ini? karena saya juga pernah mengalami bau tidak sedap pada sepatu saya, padahal saya mencucinya seminggu sekali. Memang sih, saya tipe orang yang mudah berkeringat, ya mungkin karena itu sepatu saya mengeluarkan bau yang tak sedap. Tetapi, setelah saya mencoba tips ini, sepatu saya tidak pernah lagi mengeluarkan bau yang tidak sedap. Untuk itu, saya ingin menulis artikel ini.

Kalian semua pasti mengenal TISSUE kan? nah TISSUE ini merupakan alat ajaib, ya AJAIB! sangat AJAIB! Tissue dapat menghilangkan bau tidak sedap pada sepatu kita. mengapa? karena tissue menyerap gas/udara yang tidak sedap tersebut. Tissue mempunyai ruang kosong, ruang kosong pasa tissue tersebutlah yang dapat diisi oleh udara tidak sedap dalam sepatu kita, sehingga bau tidak sedap itu pindah ke tissue tersebut. Jika kalian masih kurang percaya, coba saja masukan tissue kering kedalam sepatu anda yang mempunyai bau tidak sedap. Setelah seharian, angkat tissue tersebut dan cium, pasti tissue yang semulanya tidak bau, menjadi bau.

Tahap-tahap menghilangkan bau tak sedap pada sepatu menggunakan tissue :
  1. Ambil sepatu anda yang mempunyai bau tak sedap
  2. Ambil beberapa lembar tissue kering
  3. Masukan satu persatu lembar tissue tersebut
  4. Masukan hingga semua ruang sepatu tertutup oleh tissue
  5. Diamkan selama 1 hari
  6. Setelah 1 hari, keluarkan semua tissuenya
  7. Kemudian cium bagian dalam sepatunya, jika masih bau, masukan beberapa lembar tissue lagi kedalamnya dan diam kan lagi selama satu hari, hingga baunya hilang
  8. Selamat mencoba 
Selamat mencoba blogers, semoga masalah bau tidak sedap pada sepatu anda dapat berkurang. Saya telah mencobanya dan berhasil. Semoga anda para blogers dapat berhasil juga seperti saya. Keep reading and enjoy in this blog, blogers. semoga bermanfaat :)

Jumat, 29 Juni 2012

Pelukan Seorang Ibu (Cerpen)


            “Assalammu'alaikum…. Bruk!!” terdengar ucapan salam dari ibu dan suara keras daun pintu.
“Wa’alaikumsalam. Ada apa sih bu? Pulang pulang kok langsung banting pintu?” kata lika.
“Udah gak usah banyak tanya deh! Ibu capek, ini kenapa rumah berantakan kayak gini? Baru saja ibu tinggal sebentar udah kayak gini, bersihkan sana!” teriak ibu.
”Iya bu nanti, tanggung nih pr Lika sedikit lagi selesai.” Jawab lika.
“Kamu ini, kalau ibu suruh gak pernah mau degarkan ibu, cuma disuruh bersihkan rumah saja nanti nanti terus, kapan dilaksanakannya? Ibu tuh capek Lika, Ibu baru pulang kerja!” bentak Ibu.
“Iya Bu iya, ini Lika mau bersihin, Ibu mandi saja dulu bu supaya segar.” Ucap Lika. Itulah suasana setiap sore di kediaman lika. Suasananya tidak seharmonis dulu.
            Dulu keluarga lika adalah keluarga yang bahagia, penuh dengan kasih sayang, dan keceriaan. Tetapi sekarang? Semenjak ibu berkerja, ibu jadi berubah, banyak berubah. Sebelum bekerja ibu adalah seseorang yang lembut, baik hati, ceria, dan penyayang, tetapi ibu yang sekarang adalah ibu yang kasar, cerewet, keras kapala, dan pemarah. Setiap ibu marah, ayah lika selalu diam saja, tidak banyak bicara, dan selalu terpaku dengan koran-koran yang sedang ia baca. Sejak saat itu kehidupan lika dan kedua adiknya pun menjadi tidak karuan.
            Saat istirahat di kelas lika, ”Ka, kapan kamu punya bb? Aku udah gak sabar nih mau bbm-an sama kamu, katanya kamu mau minta sama ibu kamu?” kata lisa, teman sebangku lika.
”Gak segampang itu sa.” jawab lika.
”Kenapa? Ada masalah? Biasanya juga ibu kamu langsung menberikan apa yang kamu mau” tanggap lisa.
”Iya deh sa, nanti aku coba minta sama ibu lagi.” Lika teringat kejadian kemarin sore saat ibunya pulang kerja ”Kalau ku pikir–pikir tidak akan mungkin meminta bb pada ibu di saat saat seperti itu. Apalagi baru saja kemarin ibu membayar uang dafar ulangku dan kedua adikku. Ayah sekarang tidak lagi bekerja, apa mungkin aku akan mendapatkan bb dalam keadaan seperti ini? Ah, aku coba saja dulu deh, siapa tau dapat.” pikir lika.
            Sejak pulang sekolah, lika dengan setia menunggu ibunya pulang. ”Sembari menunggu ibu pulang, aku beres–beres rumah saja, supaya ibu senang.” batin lika. Lika membersihkan runahnya dengan cermat, kemudian lika juga mengajarkan kedua adiknya pelajaran yang menurut adiknya susah. Waktu semakin lama semakin berlalu, akhirnya ibu lika pulang. Kali ini ibu lika pulang dengan wajah kelelahan dan stres.
”Ibu udah pulang, capek ya  bu? Sini biar tasnya bima bawakan bu.” kata adik laki - laki lika.
”Gak usah! Ibu bisa bawa sendiri, tidur sana, sudah malam!” perintah ibu.
”Iya bu” bima menurut dan langsung pergi tidur.
”Ibu, lika mau bicara, ibu ada waktu?” kata lika.
”Ada apa lika?” ibu menjawab sambil menyalakan sebatang rokok kemudian menghisapnya.
”uhuk.. uhuk.. bu lika minta bb dong bu, temen- temen lika punya bb semua, masa lika gak punya bu, lika mau bb bu.” pinta lika.
Sambil asik menghisap batang rokoknya ibu menjawab, ”iya lika, nanti ibu belikan, tapi sabar ya, gak bisa cepat.”
”Yah bu kenapa? Biasanya bisa capet bu, uhuk.. uhuk.. Bu ibu kok ngerokok sih? Ibu berubah!” tanya lika.
”Udah deh lika, ibu tuh lagi stres! Biarkan saja ibu ngerokok! Nanti kalau stresnya hilang ibu juga berhenti ngerokok! Udah tidur sana! Besok kesiangan lagi, ibu juga yang repot!” jawab ibu.
”Tapi bu, merokok itu bisa merusak kesehatan bu, aku gak mau cuma karena rokok ibu jadi sakit bu, ibu harus tetap jaga kesehatan ya bu, yasudah aku tidur dulu ya bu, selamat malam bu.” lika terlihat senang sekaligus kecewa dengan jawaban dan dengan kelakuan ibunya sekarang.
”Ibu, kalau boleh jujur, lika rindu ibu yang lama.” batin lika sambil menuju ke kamarnya.
            Hari demi hari berlalu, telah sebulan semenjak Lika meminta handphone Blackberry kepada ibunya. Lika tak kunjung dibelikan bb oleh ibunya. Makin hari kelakuan ibunya semakin kasar, terkadang ia pun tak tahan dengan kelakuan ibunya sekarang. Kerap kali ibu membentak dan memaki lika dan ketiga adiknya, Ayah lika tak berkomentar sepatah katapun. Bahkan ayah lika lebih memilih keluar rumah. Pernah ketika malam hari, lika mendengar suara keributan yang berasal dari kamar orangtuanya. Ketika itu ia tidak bisa tidur, saat ia mendengar suara keributan ia segera keluar dan melihat apa yang tengah terjadi. Tapi niat itu ia urungkan, dikarenakan ia takut ibunya memakinya kembali. Ternyata suara keributan itu tak hanya terdengar sekali. Mulai malam itu sampai seterusnya ia mendengar suara keributan itu. Kerap kali ia mendengar suara seperti orang menangis dan merintih kesakitan. Walaupaun yang ia dengar hanya sebagian kecil, tapi ia dapat memastikan bahwa itu memang suara tangisan dan rintihan yang tak ia sangka berasal dari ibunya sendiri.
            Kerongkongan lika tercekak saat mendengar penjelasan ibu. ”Jadi ibu gak akan membelikan aku bb?” tanyanya  dengan mata terbelak.
”Adikmu kan sedang dirawat di rumah sakit, mana mungkin ibu menelantarkan biaya rumah sakit adikmu sedangkan kamu ibu belikan bb, saat ini adikmu lebih penting!” sahut ibu. Lika menghela nafas. Dia kecewa sekali. Sangat kecewa. Teringat ia akan pembicaaannya dengan teman-temanya di kelas.
”Eh, ka, mana katanya ibumu akan memberikan kamu bb? Sudah sebulan lebih nih.” tanya mita.
”Tau nih ka, ada apa sih sebenarnya? Ibu mu gak mampu belikan kamu bb?” lanjut nisa.
”Aku?” tanyanya linglung.
”iyalah kamu, emangnya kucing” sewot mita.
”Ng... Ibuku pasti akan membelikannya sebentar lagi! Pasti! Aku pulang duluan ya, dah..” sahut lika.
Lamunan lika terenti dan tanpa sadar ia berkata, ”Ibu jahat! Ibu sudah gak sayang lagi sama lika! Ibu sudah janji sama lika waktu itu. Tapi mana? Mana bu? Sampai sekarang ibu gak pernah menepati janji ibu ke lika! Lika tuh malu bu! Malu sama teman-teman lika! Lika benci ibu! Lika mau pergi aja dari sini! Lika benci ibu selamanya! Bruk...!” Lika berlari keluar rumah sambil menangis tersedu-sedu. Ibu mengejar lika sampai tertatih.
Kemudian dari arah jalan raya terdengar ”Ciiiiiiittt...... Brak....” Lika pun tak sadarkan diri. Ibu panik dan segera mencari pertolongan.
            Sesampainya di rumah sakit lika dinyatakan koma oleh dokter. Selama lika sakit, ibu sealu setia menemaninya. Ibu sangat menyesal sering berbuat kasar kepada anak kesayangannya ini.
”Ini salah ibu nak. Karena ibu kamu jadi begini. Ibu tahu ibu salah nak. Maafkan ibu. Hiks.. hiks.. Bangun nak bangun. Ibu janji, jika kamu bangun dan ibu sudah punya uang lebih, ibu akan belikan kamu bb nak. Ibu mohon kamu bangun nak.” Ibu menangis tersedu–sedu tak kuasa melihat anak kesayangannya terbaring lemah tak sadarkan diri di atas kasur mungil nan sederhana itu. Ibu berjanji ketika lika sadarkan diri, ibu akan segera menceritakan apa yang ibu alami. Agar lika dapat mengerti bagaimana kondisi sulit ibu.
            Sudah empat hari lamanya lika tak sadarkan diri. Ibu semakin mengkhawatirkan kondisi lika yang semakin lama semakin lemah. Kini ibu sudah pasrah atas keadaan lika. Semenjak lika terbaring di rumah sakit, Ibu semakin berkerja keras. Pergi pagi pulang langsung ke rumah sakit, pergi pun dari rumah sakit. Sementara ayah lika tak menyadari juga kesalahannya. Adik-adik Lika sangat sedih melihat kakaknya tak sadarkan diri hingga sekarang. Mereka sangat merindukan sosok kakaknya yang teramat baik di mata mereka. Sore itu keluarga lika berkumpul di ruangan dimana lika di rawat.  
Tiba-tiba gadis itu sekuat tenanga berteriak, ”Aaaaaaaaaaaaaaa....... Ibuuuuuu tolong lika buu... Lika terjebak di dalam ruangan ini bu.. sendirian lika takut buu.... Lika gak mau selamanya terjebak disini buu... Lika gak mau kehilangan ibu. Lika rindu ibu. Aaaaaaaaaa.... Ibuu.......” teriakan lika mengagetkan keluarganya yang sedang khusuk berdoa untuk kesembuhannya.
”Lika sadar nak, ibu disini nak, di samping mu, sadar nak sadar, istighfar nak.” kata Ibu sambil memeluk lika. Seketika itu lika pun terjaga, Ia merasa terbebas dari mimpi yang membuatnya ketakutan. Saat itu juga ia merasakan kelembutan dan kehangatan pelukan seorang ibu yang telah lama ia rindukan. Ia pun menangis seketika. Suasana di ruangan itu pun hening sejenak, yang terdengar hanya suara isak tangis dari lika dan ibu.
Suasana hening itu di pecahkan oleh suara lika yang berkata lembut pada ibunya, ”Bu, lika minta maaf bu, lika banyak salah sama ibu, maafkan lika ya bu, hiks.. hiks..”
”Iya lika, ibu sudah memaafkan kamu sayang. Maafkan ibu juga ya lika, ibu belum bisa menuruti keinginan kamu” jawab ibu.
”Lika udah gak perlu bb bu, lika perlu kasih sayang ibu, lika mau ibu yang seperti sekarang ini, lika gak mau ibu yang kasar, lika sayang ibu.” sahut lika
”Ibu begini karena keadaan sayang. Ayah kamu sekarang sudah tidak bekerja. Ibu yang harus menanggung semua biaya sekolah kamu dan adik–adikmu. Belum lagi permintaan–permintaan kamu yang terlalu banyak. Ibu pusing sayang, ibu pusing kalau kamu terus mendesak ibu. Belum lagi ayahmu yang sering memukuli ibu setiap malam, setiap ibu menyarankan ayahmu untuk kembali bekerja. Ibu tak tahu alasan mengapa ayah mu tidak mau bekerja lagi. Ibu tertekan lika, ibu sangat tertekan. Sebenarnya ibu juga tidak ingin menjadi seperti ini, ibu sangat sayang sama kamu dan adik-adikmu lika. Ibu akan melakukan apa saja asalakan kalian senang. Tapi ibu juga tidak bisa terus-menerus didesak seperti itu. Ibu juga punya perasaan lika.” Ibu melanjutkan.
”Maaf ya bu, lika gak bisa jadi yang terbaik selama ini untuk ibu. Lika cuma bisa menyusahkan ibu selama ini. lika sadar bu, lika sadar. Hanya satu hal yang selama ini lika butuhkan, yaitu pelukan seorang ibu. Makasih ya bu. Aku sayang ibu selamanya.”
Sejak saat itu, kelurga lika kembali menjadi keluarga yang harmonis. Bahkan ayah lika telah menyadari semua kesalahannya dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan ternama. Hidup lika dan keluarganya sekarang sangat bahagia. Diantara mereka tidak ada lagi kekerasan, yang ada hanyalah kasih sayang penuh. Sekarang lika pun sadar bahwa pelukan seorang ibu itu lebih penting dari apapun, sekalipun harta segunung. Lika sadar hanya pelukan ibunya lah yang dapat membantu menenangkan lika dalam menghadapi semua kesulitannya. Lika pun berjanji, hanya akan ada satu pelita dalam hidupnya, yaitu ibu.

Kamis, 28 Juni 2012

Penampilan yang Tak Terlupakan


Ini dia nih puisi yang membuat penampilan saya tak terlupakan :

Sahabat

Aku disini menantimu
Mendengar seruan yang mengebu–gebu
Aku bingung melihatmu
Terbaring lemah tak berdaya

Sedih yang aku rasakan
Aku diam seribu bahasa
Tetap menantimu
Menanti keajaiban yang tak pasti

Lelah
Lelah yang kurasa
Tapi aku ingat
Kau yang selalu ada di sisiku

Dalam duka kau bersama
Selalu memelukku
Meskipun dingin membeku
Engkau Bertahan

Detik demi detik berlalu
Tiba–tiba
Terdengarlah bunyi panjang
Bunyi yang memilukan hati

Ajal ...
Batas Waktu Cerita
Semoga kau tak berhenti bicara kawan
Semoga... Sahabat ... oh..
Bahagialah kau disana


Karya : Ratih Dewanti Alawiyah

Sebenarnya sih awalnya sebelum ada tugas membuat puisi dari salah satu guru saya, puisi ini telah ada. Puisi ini bercerita tentang seseorang yang ditinggal pergi sahabatnya. Eits, jangan negatif dulu pikirannya. Arti kata ditinggal di sini itu maksudnya adalah "Pulang ke Rahmatullah". pengalaman pribadi sebenarya. Puisi ini saya ciptakan untuk mengenang sahabat saya yang sudah meninggal. Saya menciptakam puisi ini setahun setelah ia   pergi.

Mengapa puisi ini membuat penampilan saya menjadi penampilan yang terlupakan?

Jawabannya karena saat pengambilan nilai praktek membaca puisi, saya memakai puisi ini untuk dibacakan. Saat saya membacakan puisi ini, saya tahu semua mata tertuju pada saya. Biasanya setiap saya tampil di depan umum, saya selalu gugup dan gemetar. Tetapi, pada saat saya membacakan puisi ini, kegugupan dan ketakutan saya mendadak pergi begitu saja, entah mengapa, saja juga bingung.

Saat nama saya dipanggil oleh guru bahasa Indonesia saya, saya melangkah ke depan kelas dengan langkah pasti. Saya sempat menundukan kepala sejenak di depan kelas untuk berdo'a. Judul pun saya bacakan dengan suara lantang, dan seketika itu juga, semua mata memandang ke arah yang sama, ke arah saya. Saya sempat pesimis dengan penampilan saya saat itu, tapi demi nilai sempurna, saya memberanikan diri untuk memerangi rasa pesimis saya.

Kata demi kata saya bacakan dengan tenang dan juga lantang, tetapi ada yang aneh pada penampilan saya kali ini. ya aneh memang, saya seperti hanyut terbawa oleh suasana haru. Pemandangan disekeliling saja menjadi kabur, seperti tidak ada yang melihat saya. Fokus, mungkin saat itu saya sedang fokus terhadap puisi itu. Khidmat sekali saya membaca puisi itu, semua emosi saya keluar tanpa diperintah. Saya hampir menangis ketika saya membaca bait demi bait puisi ini. karena gugup? Bukan, bukan karena gugup melainkan karena saya teringat akan sahabat saya itu. Teringat akan senyumnya, tawanya, tangisnya, marahnya, semuanya tentangnya. Emosi saya benar-benar meluap. Cara menbaca puisi saya juga berbeda dari biasanya, istlah kerennya "Feelnya dapet banget".

Setelah saya selesai membacakan puisi ini, suasana kelas yang tadinya sunyi mendadak ribut karena tepukan tangan seluruh penghuni kelas. Air mata saya pun akhirnya benar-benar berlinang, di dalam hati saya menycapkan Alhamdulillah. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Saya sedih, tetapi saya juga bangga terhadap diri saya. Semenjak hari itu, kebiasaan saya gugup ketika tampil di depan orang banyak pun hilang. Saya menjadi lebih percaya diri. Entah mengapa, puisi ini sekarang menjadi puisi andalan saya dan saya tidak akan pernah bisa melupakan penampilan saya hari itu.

Penampilan itu penampilan terindah untuk saya, karena penampilan itu juga, saya mendapat nilai sempurna dari guru saya. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan dan semua ini saya persembahkan hanya untuk sahabat saya tercinta. Selamat jalan sahabat ku, semoga kau bahagia di sana. Aku di sini selalu mendo'akan mu :D

Biografi Mohandas Karamchand Gandhi “Mahatma Gandhi”


“Mohandas Karamchan Gandhi” alias “Mahatma Gandhi” lahir di Porbandar, semenanjung Khatiawar, India. Tanggal 2 Oktober 1869. Mahatma Gandhi adalah anak ke-4 dari Tuan Karamchand seorang perdana menteri yang mengabdi pada raja Porbandar dan Nyonya Puitbai, seorang wanita yang shaleh.
          Gandhi bersekolah di Porbandar. Ia merupakan murid yang lemah dalam berhitung dan berteman, selain itu ia juga sangat pemalu. Salah satu kelebihan yang ia miliki adalah ketelitian dan harga diri.
          Pada tahun 1882, Gandhi baru berumur 13 tahun. Pada tahun itu Mahatma Gandhi baru menduduki bangku kelas 2 SMP dan ia pun menikah dengan Kasturbai, seorang gadis cantik yang sebaya dengan Gandhi. Sejak masih kecil, Gandhi adalah penampung setia ajaran hindu, islam, jainisme, dan budhisme.
          Pada tahun 1885, Tuan Karamshand, ayah Gandhi meninggal dunia. Ketika itu Gandhi telah mendapat diploma SMA. Keinginannya melanjutkan kuliah di bidang kedokteran kandas kerena keluarganya tidak menyetujuinya. Akhirnya, sebelum genap sembilan belas tahun Gandhi berlayar ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya di bidang hukum. Ketika itu Kasturbai istrinya, baru melahirkan “Harilal”, anak pertama mereka.
          Pada tahun 1891, tanggal 10 Juni, Gandhi lulus sebagai pengacara lepasan London University. Tanggal 12 Juni 1891 ia meninggalkan Inggris, setelah mendaftarkan diri pada Mahkamah Agung sebagai asisten bagi pengacara yang akan memulai praktek.
          Ketika Gandhi kembali ke India, ia tidak lagi bertemu dengan Ibunya. Pulitbai meninggal ketika Gandhi masih belajar di London. Segera Gandhi membuka kantor prakteknya di Rajkot. Gandhi telah gagal. Gandhi mencoba kembali peruntungannya di kota besar Bombay, tetapi masih tidak berhasil. Selanjutnya Gandhi bekerja pada bidang hukum pada Raja Porbandar. Tak lama kemudian, ia mengabdi bada Raja Porbandar, ia pun mengundurkan diri karena ia merasa dirinya tidak berguna.
          Tahun 1893 Gandhi berlayar ke Afrika. Ia menetap di Johannesburg, sebuah kota besar di Afrika. Sayangnya orang–orang India di Afrika merupakan kaum yang tertindas dan tidak di sukai oleh orang–orang kulit putih di Afrika selatan. Dimanapun orang India berada, mereka akan di tindas semaunya. Sejak saat itu Gandhi mengajukan perlawanan, perlawanan terhadap penindasan orang–orang India yang dilakukan oleh orang–orang Afrika.
          Tujuan Gandhi lebih cenderung memperhatikan perbaikan kemanusiaan daripada perbaikan politik. Sebab baginya tidak ada artinya kedudukan seseorang naik, sedangkan kepribadiannya tidak.
          Orang–orang India di Afrika memang mengalami kekerasan dari ras kulit putih Afrika selatan. Mereka dilarang berdagang, tidak boleh memiliki tanah, tidak diizinkan berjalan di trotoar. Bahkan bisa dibilang hidup mereka tidak aman. Mereka diseret dan ditendang seenaknya.
          Gandhi sempat menjadi korban kekerasan tersebut, bahkan nyawa Gandhi sempat menjadi taruhannya. Tetapi nyawa Gandhi berhasil diselamatkan oleh nyonya Alexander, istri seorang polisi kota.
          Pada tahun 1899, perang Boer dimulai. Perang ini terjadi antara Negara Inggris dan Belanda, tetapi tidak di tanah air mereka, melainkan di Afrika Selatan. Gandhi tidak bisa diam begitu saja. Jiwa kemanusiaannya tergerak untuk membuat pasukan palang merah untuk membantu Inggris. Dia dan seluruh warga Negara India membentuk Palang Merah India dan menyelamatkan korban–korban perang. Perang Boer akhirnya berakhir pada tahun 1902. Harapan Gandhi dari pasukan Palang Merah Indianya yang membantu inggris dapat membuat perlakuan orang Inggris kepada warga negara india dapat berubah, tetapi kenyataanya tidak. Bahan negara Inggris sampai membuat undang–undang anti India pada tahun 1907. Karena alasan itulah Gandhi menetap di Afrika selama 20 tahun.
          Gandi adalah termasuk seseorang yang pribadinya tak tergoyahkan. Apapun yang ia mau lakuakan, harus ia lakukan walaupaun ditentang oleh istrinya sekaliapun. Memang itulah Gandhi, sikapnya, tingkahnya, dan perbuatannya, didasarkan oleh watak yang tak terpikirkan oleh orang lain.
          Tanggal 22 Agustus 1906, di Transvaal diumumkan bahwa orang–orang India yang berumur 8 tahun harus didaftarkan untuk membatu kemiliteran Afrika. Oang India yang tidak mendaftar akan didenda, dipenjarakan, atau diusir dari propinsi. Undang undang itu berlaku mulai tahun 1907. Gandhi menolak untuk mendaftarkan diri, diikuti pengikut–pengikut Gandhi. Kerena mereka semua menolak, mereka semua dipenjarakan.
          Jendral Jan Christian Smuts menjanjikan jika Gandhi mendaftarkan diri, semua orang India akan dibebaskan. Gandhi akhirnya mendaftarkan diri walaupun ia diancam dibunuh oleh Mir Alam, pengikut Gandhi yang tidak setuju.
          Janji Jendral Smuts ternyata memang omong kosong belaka. Jendral Smuts tidak pernah membebaskan orang–orang India. Gandhi tidak pernah menyesalinya. Ia bahkan mensyukirinya sebagai ilham.
          Di dalam penjara ia merencanakan tahtik untuk mengalahkan pemerintahan Afrika. Ketika ia bebas dari penjara, ia pergi ke Inggris untuk meminta bantuan pemerintah Inggris. Raja muda Lord Hardinge, wakil pemerintah India mengutuk peristiwa ini.
          Akhirnya Jendral Smuts mengakui keunggulan Gandhi. Kemenangan bagi India. Pajak dihapuskan, perkawinan Hindu, Parsi, dan agama lainnya disahkan pemerintah.
          Pada awal 1915, Gandhi kembali ke India. Gandhi menerima gelar “Sang Mahatma” dari Rabjndranath Tagure. Mahatma berarti manusia hindu yang sempurna.
          Ketika petani–petani Champaran mendapatkan masalah dari pemerintah Inggris, Gandhi membantu mereka. Gandhi membela petani Champaran sebisanya. Gandhi sempat diusir oleh pemerintah Inggris. Tetapi Gandhi tetap berteguh hati untuk tinggal. Akhirnya Gandhi dapat menyelesaikan persoalan para petani Champaran. Ini menunjukan bahwa kekuasaan apapun dapat ditakhlukkan, asal kita mempunyai keberanian dalam mempertahankan kebenaran. Inilah inti dari Satyagraha, kitab yang selalu dibawa dan dipegang teguh oleh Gandhi.
          Pada tahun 1924, Gandhi menyadari semangat rakyat sudah kendur. Tokoh–tokoh India telah berkerjasama dengan pemerintah. Gandhi tidak ingin memaksakan kehendak mereka.
          Pada bulan Agustus 1931, Gandhi berlayar ke London. Bersama dengan orang India lainnya, ia akan menghadiri konverensi meja bundar untuk menentukan nasib masyarakat India. Gandhi bertindak sebagai wakil tunggal kongres. Banyak yang mengagumi Gandhi, bahkan sampai ada yang menganggapnya Tuhan, tetapi Gandhi tetap mengaku sebagai orang biasa. Nasib KMB di London  tidak membuahkan hasil. Gandhi masih gagal untuk membebaskan India dari Inggris.
          Seminggu setelah kepulangannya dari London. Gandhi ditangkap dan dipenjarakan atas tuduhan memberikan perlawanan terhadap pemerintah Inggris. Di dalam penjara justru Gandhi teringat dengan penderitaan kaum Harijan. Bentuk kepedulian Gandhi terhadap kaum Harijan dilakukan dengan cara berpuasa tanpa makan, minum, dan berbuka. Semua orang mengkhawatirkan keadaan Gandhi. Puasa Gandhi berhasil. Benteng kekolotan Hindu telah didobrak oleh puasa kasih sayang Gandhi. Kaum Harijan pun bebas dari penindasan.
          Bualn Februari 1944 Kasturbai, istri Gandhi meninggal dunia. Hal ini membuat Gandhi kehilangan semangat. Pada tanggal 19 Januari 1948, gandhi berpuasa untuk kesatuan Hindu dan Islam di India. Tanggal 18 Januari Islam dan hindu di India berdamai. Gandhi berhasil kembali dengan puasa kasih sayangnya. Akan tetapi, pada tanggal 30 Januari 1948, Gandhi meninggal dunia karena di tembak oleh seorang hindu yang fanatik ketia ia sedang meminpin upacara keagamaan. Gandhi telah berpulang. Warisan yang di tinggalkannya adalah kebajikan, kebenaran, dan cinta kasih.

Ich Liebe Meine Familie

Mein name ist ratih. Ich bin 18 jahre alt.Ich komme aus Java.Ich wohne in depok. Meine hobby ist lesen, schreiben, und rollen spiel. Ich liebe gern Brathanchen. Ich habe zwei buder, sie sind Jodi und Aryo, er ist schuler. Meine mutter heisst Heny, sie ist hausfrau. Meine vater heisst Hery, er ist privatunternehmer (Angestellte) in gunanusa. Ich liebe meine familie.